Berdasarkan Jenis Materialnya, Ini 3 Atap Yang Paling Awet !

Elemen utama bangunan dimulai dari bagian atap. Selain atap tanah liat yang umum digunakan di Indonesia, ada berbagai jenis material atap yang lebih awet. Walaupun semua jenis atap memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, dari segi ketahan lamaan ada beberapa jenis atap yang lebih baik dari jenis yang ada.

Atap Awet, Berdasarkan Jenis Materialnya

Bagaimana sebuah atap bisa dikatakan tahan lama? Bila tidak mudah rusak dan perawatannya mudah. Dan untuk penggunaan di Indonesia tentu yang tahan terik sinar matahari dan curah hujan yang ekstrem. Walaupun atap sudah dipasang dengan baik dan dilapisi waterproofing coating untuk membuatnya kedap air. Ada jenis tertentu yang lebih rapuh dibandingkan lainnya. Meski jadinya atap jenis ini menjadi sedikit lebih mahal dalam hal material dan pemasangan. Berikut beberapa jenis atap yang tahan lama.

1. Atap Spandek

 

Atap Spandek

Atap yang terbuat dari alumunium, seng dan silicon ini cukup kuat, kokoh, ringan, tahan lama dan mudah dibentuk. Pengaplikasian mudah karena strukturnya mudah dan jenis atap seperti ini dapat menurunkan risiko atap amblas. Dengan ketebalan sekitar 0,3 mm hingga 0,5 mm yang walau tipis namun tidak mudah pecah atau retak. Selain itu campuran materialnya membuat bahan ini anti rayap atau serangga lainnya. Untuk penggunaan jangka panjang, atap jenis spandek dapat bertahan lama, dan tidak perlu terlalu banyak perawatan. Kekurangannya hanya terletak pada harga yang lebih mahal dari jenis atap lainnya. Selain itu walau kokoh, campuran kimia materialnya ketika hujan menimbulkan suara lebih berisik dibandingkan jenis atap lainnya.

2. Atap Metal

 

Atap Metal

Untuk pemilihan tentu kita menginginkan material terbaik yang bisa tahan lama yang sesuai dengan budget. Untuk durabilitas yang diutamakan, jenis atap lain yang tidak kalah awetnya adalah rumah dengan atap berbahan metal. Perpaduan yang pas antara besi, alumunium, seng dan tembaga dan seng menjadi atap yang tahan lama dan populer untuk penggunaan bangunan besar seperti toko atau sekolah. Keunggulannya selain tahan api dan panas, sehingga baik-baik saja untuk iklim tropis seperti Indonesia, juga anti air. Kekedapan air sangat penting dan material ini sudah kedap air dari material atapnya, jadi tidak perlu menggunakan lapisan waterproofing membrane lagi. Walaupun, untuk perlindungan ganda bisa saja digunakan agar lebih awet lagi.

Keunggulan lainnya dari bahan bangunan ini adalah kepraktisan pemasangan, karena bentuknya yang besar dan ringan dan mudah disesuaikan dengan rangka rumah. Ketahanannya pada angin juga menjadi faktor pertimbangan penting untuk penggunaan jangka panjang. Tentu dengan semua kelebihan tersebut menandakan bahwa harga untuk penggunaan material ini tidak bisa dibilang murah.

3. Atap Aspal

 

Atap Aspal

Atap tanah liat mungkin tidak tahan lama karena gampang pecah kalau terkena angin kencang dan panas atau dingin yang berlebihan. Tapi, bahannya memiliki sifat mendinginkan bagian dalam rumah, jadi suasana di dalam menjadi sejuk dan nyaman. Untuk jenis atap yang memiliki sifat yang sama dengan daya serap tinggi sebagai konduktor yang baik. Atap yang terbuat dari aspal adalah pilihan yang lebih baik untuk penggunaan jangka panjang yang awet. Material yang terbuat dari paduan fiberglass dan aspal ini juga dilapisi mineral. Bentuknya yang datar atau bergelombang memberikan pilihan estetika juga durabilitas bagi penghuni rumah. Banyak pilihan jatuh pada atap jenis ini karena ringan, dan cocok untuk kemiringan rangka sampai 90°.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *